Wahyoo dikabarkan telah menerima pendanaan Seri B

  • Share

Wahyoo dikabarkan telah menerima pendanaan Seri B

Platform digitalisasi kios Wahyo dikabarkan tengah menggalang dana Seri B. Dari data yang dibagikan kepada regulator, putaran saat ini telah terlihat sekitar $6 juta, atau setara dengan 92 miliar rupiah.

Sejumlah investor turut serta dalam pendanaan ini antara lain Eugene Investment, Intudo Ventures, Asia Horizon, PT Trinity Optima, East Ventures, Indogen Capital dan sejumlah lainnya.

Terakhir, Wahyoo secara resmi mengumumkan pendanaan dalam putaran Seri A senilai Rp 73 miliar yang dipimpin oleh Intudo Ventures pada Agustus 2020. Founder dan CEO Wahyoo Peter Shearer mengumumkan bahwa strategi bisnis dan rencana peluncurannya adalah untuk membawa dampak sosial bagi pelaku UMKM di Indonesia, khususnya warung makan pemilik.

Sejak memperkenalkan data ke situsnya pada tahun 2017, saat ini ada lebih dari 27.000 bisnis F&B skala kecil hingga menengah yang telah dilayani Wahyoo. Salah satu layanan yang saat ini sedang diperkuat adalah e-commerce untuk pengiriman bahan baku, menyediakan lebih dari 2000 bahan segar – dengan cakupan area baru di sekitar Jabodetabek dan Karawang.

Selain itu, Wahyoo telah mengembangkan unit bisnis “Bikin Tajir Group” untuk memanfaatkan sumber daya dapur mitra UMKM kuliner untuk menjalankan bisnis cloud kitchen. Beberapa brand yang sudah berjalan seperti Bebek Goreng Bikin Tajir dan Bakso Make Tajir yang bisa dioperasikan oleh mitra UMKM kuliner Wahyoo.

Untuk meningkatkan potensi bisnis, Wahyoo juga telah mengambil sejumlah langkah penting. Salah satunya mengakuisisi Address.com pada awal 2022 — sebuah startup yang telah membantu 35.000 pemilik bisnis offline mengadopsi teknologi online. Kolaborasi kedua startup ini bertujuan untuk meningkatkan eksposur para pemilik warung dan F&B melalui platform digital yang dikembangkan bersama.

Di tengah pandemi, Wahyoo juga sempat memperkenalkan platform grosir B2C online Langganan.co.id. Namun, platform tersebut ditutup tahun lalu dengan dalih Wahyoo fokus menggarap segmen B2B.

Dalam wawancara dengan DailySocial.id, Peter pernah berkata: “Memang pedagang makanan tradisional terlihat kecil, tetapi sebenarnya banyak masalah yang perlu ditangani dan dibantu. Kami percaya jika mereka dibantu, akan ada dampak ekonomi.” , dampak lingkungan, dampak sosial budaya lebih besar. Bagus, otomatis Indonesia akan lebih baik.”

“Saat ini kami bertujuan untuk [membantu] semua UMKM kuliner, tidak hanya warung makan tetapi mungkin restoran dan restoran kecil dan menengah. Dengan infrastruktur yang telah dibangun selama 4 tahun, dengan pengalaman dan keterampilan yang kami miliki, kami ingin memiliki dampak yang lebih luas,” kata Peter.

Sumber :

  • Share