Kolaborasi Telecom dan ISI Yogyakarta Manfaatkan Teknologi untuk Perluas Perkembangan Seni Rupa

  • Share

Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan Telkom telah berkolaborasi untuk memperluas penggunaan teknologi dan dunia maya untuk pengembangan seni.

Kolaborasi Telecom dan ISI Yogyakarta Manfaatkan Teknologi untuk Perluas Perkembangan Seni Rupa

Puncak bonus demografi di Indonesia yang diramalkan pada 2030 harus disiapkan dan dioptimalkan sebaik mungkin. Saat ini banyak bermunculan talenta muda berbakat dari berbagai bidang, termasuk seni.
Baca juga

Kolaborasi-Telecom-dan-ISI-Yogyakarta-Manfaatkan-Teknologi-untuk-Perluas-Perkembangan-Seni-Rupa

Telekom dan Microsoft bekerja sama untuk meningkatkan keterampilan digital karyawan
Telekom dan Microsoft bekerja sama untuk mempercepat transformasi digital
Kerjasama Telekom dan Microsoft, mempercepat transformasi digital berdaulat
Telekom Hadirkan IndiHome MabarKuy Indonesia Competition 2021

ISI Yogyakarta merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menghasilkan banyak talenta muda yang berprestasi di bidang seni.

Stepanus Hanggar Budi Prasetya, Wakil Rektor I ISI Yogyakarta mengatakan

, mahasiswa ISI memiliki bakat dan bakat di berbagai bidang seni yang beragam dan cukup lengkap, antara lain seni rupa, seni pertunjukan, dan seni media rekaman.

ISI Yogyakarta mengikuti perkembangan zaman dan juga memanfaatkan teknologi untuk melahirkan seniman kreatif dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D).

“Selama ini yang lebih menyukai kreator 2D atau 3D adalah di bidang seni rupa, seperti jurusan desain komunikasi visual dan jurusan seni rupa, serta jurusan animasi,” kata Stepanus.

Salah satu upaya ISI Yogyakarta untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan menggandeng PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertransformasi menjadi perusahaan telekomunikasi digital.
Didukung oleh GliaStudio

Kolaborasi ini bertujuan untuk mengembangkan seni dalam bidang yang lebih luas, khususnya di dunia teknologi digital dan dunia maya.

Selain itu, Telekom telah menciptakan berbagai inovasi melalui divisi Digital Business & Technology

(DBT), yang telah menghasilkan berbagai produk digital di bawah payung Leap-Telkom Digital.

Antara lain, Telekom sedang mengembangkan platform blockchain dan sudah memiliki dunia metaverse yang dapat digunakan sebagai sarana penguatan industri kreatif dalam bentuk pasar NFT dan dunia virtual.

Pengembangan platform blockchain dan dunia Metaverse didukung oleh Anton Wahyu Pramono, SM Emerging Technology Platform Telkom. Sedangkan koordinator pengembang 2D dan 3D akan dibantu oleh Aris Bachtiar, Chapter Leader Design and Enterprise di Telkom.

“Kami juga berusaha memperkuat jaringan dan memperkenalkan seni Indonesia melalui dunia digital. Tentu saja, ISI tidak bisa sendirian, jadi kita butuh partner yang kuat. Untuk itu, kami memutuskan untuk bekerja sama dengan Telekom untuk mewujudkannya,” tambah Stepanus.

Agus Faisal, GM Witel Telkom Yogyakarta mengatakan DBT menjalin kerja sama dengan ISI Yogyakarta di bidang layanan digital melalui unit bisnis Witel Yogyakarta.

Dari kerjasama ini Telkom dan ISI Yogyakarta bersinergi untuk mengembangkan talenta yang mampu menciptakan kreativitas 2D dan 3D.

Tujuannya, lanjut Agus, untuk bersama-sama mengeksplorasi proof of concept dan mengkomersilkan platform blockchain dan Metaverse sebagai media pemberdayaan industri kreatif, khususnya komunitas seniman atau kreator dan civitas akademika di lingkungan ISI.

“Selain menyediakan platform blockchain dan metaverse, kami juga mewujudkan sinergi kolaborasi dalam rangka pengembangan dan penguatan digital skill bagi mahasiswa dan dosen melalui program kuliah umum, workshop, magang industri dan magang di lingkungan Telekom,” kata Agus.

Selaras dengan pemaparan Telkom, ISI Yogyakarta berharap kerjasama keduanya dapat memperluas wacana seni rupa di dunia digital ke depan.

Ini termasuk memberikan ruang bagi bakat dan potensi seni siswa melalui bekerja dengan media digital dan dunia maya, serta mengembangkan platform seni berbasis teknologi informasi.

“Kerja sama ini merupakan pilot project ISI dan Telekom untuk pemanfaatan teknologi informasi di dunia seni. Bagaimana seni beradaptasi, berinovasi dan bersinergi dengan teknologi serta menjadi bagian dari perubahan cara karya seni disajikan dan disajikan mengikuti perkembangan teknologi,” kata Stepanos.

Leap-Telkom Digital adalah payung brand produk dan layanan digital Telkom untuk mendukung digitalisasi masyarakat Indonesia

Baca Juga :

https://pastani.id/
https://dpmptsplamtim.id/

  • Share